Teman, aku titipkan surat kecil ini untuk Tuhanku. Kutitipkan kepadamu karena kau telah mendahuluiku sedang aku masih ingin tinggal sejenak menghirup segarnya udara di pagi hari. Aku masih ingin menikmati minuman ini sembari mengukir lukisan kehidupanku. Kuharap kepadamu teman, sampaikan salamku kepada Tuhanku bahwa aku merindukannya, tetapi aku juga masih ingin bersama-sama orang yang mencintaiku di dunia ini. Sampiakan juga kepada-Nya aku akan menemuinya.
Teman, jangan kau harapkan aku akan memberikan uang receh limaratusan atau lembaran ribuan sebagai pengganti perangko. Kamu sendiri tahukan bahwa kamu sudah tidak lagi memerlukan itu semua, tetapi yang kau perlukan adalah doa orang-orang saleh dan anak-anakmu? Aku akan memberikan doa itu kepadamu agar kamu mendapatkan kenikmatan di...