Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 September 2013

Ketua Baru, Era Baru, Adakah Sesuatu yang Baru?


Jumat, 27 September 2013 – Kembali lagi, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Islam Sudirman Kamis, 26 September 2013 mengadakan pemilihan ketua OSIS periode 2013/2014. Pemilih yang dimulai dari kelas XII IPS 1 dan diakhiri oleh kelas XI IPA 1 berjalan dengan lancar dan kondusif. Pemilihan berlangsung mulai dari pukul 08.00 sampai dengan 13.00 WIB berlangsung sangat meriah karena antusias yang besar untuk menyukseskannya oleh warga sekolah baik siswa, guru, maupun karyawan. Menurut penjelasan Ambar Wahyuni, pembina OSIS, pelaksanaan pemilihan ketua OSIS kali ini dapat dikatakan baik. Hampir semua warga sekolah berpartisipasi dalam pemilihan kali ini. “Semua warga sekolah hampir ikut memilih. Itu semua karena dukungan oleh pengurus OSIS yang memandu pemilihan dan saya yang juga ikut membantu mengajak Bapak Ibu guru untuk memilih calon ketua OSIS,” jelas Ambar Wahyuni.
Pada pemilihan tahun ini terdapat lima calon yaitu, Aldi Purnama (XI IPA 1), Ananda Eka Wardhani (XI IPA 1), Oktavian Baharudin (XI IPA 2), Nur Laylatul Maf’udah (XI IPA 1), dan Gadung Dwi Nurwanda (XI IPS 1). Kelima kandidat ketua OSIS sebelum pemilihan telah mengadakan orasi untuk menyampaikan visi dan misi jika menjadi ketua OSIS. Orasi dilaksanakan di kelas-kelas dan di ruang guru. Dari kelima kandidat rata-rata ingin memajukan OSIS dan sekolah dengan cara meningkatkan ketertiban dan kedisiplinan.
Ketua penyelenggara yang saat ini dijabat oleh Dani Ahmad diberi masukan oleh M.Chotibul Umam (guru PAI) agar para kandidat melakukan uji publik dengan mengundang beberapa perwakilan kelas dan beberapa orang guru. “Tolong untuk kedepannya jika ada pemilihan ketua OSIS, alangkah lebih baik jika diadakan uji publik. Ini dimaksudkan agar pemilih dapat mengetahui secara jelas apa tujuan para kandidat menjadi ketua OSIS dan bagaimana cara mereka untuk mewujudkan tujuan itu. Selain itu untuk mengetahui seberapa kuat mental dan seberapa hebat kemampuan berbicara para kandidat,” ungkap M.Chotibul Umam.

Banyak suara tidak sah
Hasil penghitungan suara menempatkan Nur Laylatul Maf’udah sebagai ketua OSIS yang baru periode 2013/2014 mengalahkan Gandung Dwi Nurwanda di peringkat kedua, Ananda Eka Wardhani di peringkat ketiga,  Aldi Purnama di peringkat keempat, dan Oktavian Baharudin di peringkat kelima. Suasana penghitungan suara pun cukup meriah. Di samping pengurus OSIS yang menyaksikan penghitungan suaran, anggota OSIS kelas X, XI, dan XII juga ikut mengawal jalannya penghitungan suara. Sayangnya kemeriahan itu agak terkotori bahwa ternyata banyak dari pemilih yang tidak menggunakan suaranya dengan baik sehingga suaranya dianggap tidak sah. Hal itu terjadi karena surat suara banyak yang dirusak dengan cara digambari, ditandatangani, atau dicoret-coret. Atas hal demikian, ketua OSIS terpilih, Nur Laylatul menyayangkan banyaknya suara yang tidak sah. “Tentu kita sangat menyayangkan karena banyak suara yang tidak sah” ungkapnya. Dani Ahmad sebagai ketua penyelenggara mengungkapkan kira-kita 35 % suara tidak sah.
Terlepas dari banyaknya suara yang tidak sah, di tempat terpisah, Nur Layla tidak menyangka dirinya akan terpilih menjadi ketua OSIS. Hal itu disebabkan dia merasa calon-calon yang lain lebih hebat dari dirinya. Dia merasa sangat senang dan tentunya sangat bersyukur kepada Allah karena dirinya telah terpilih. “Saya tidak menyangka kalau saya terpilih, tetapi saya sangat bersyukur. Semoga amanah ini bisa saya jaga dan penuhi. Saya bertekat untuk memajukan OSIS ke depan. Saya telah menyiapkan hal-hal yang baru untuk OSIS dan tentunya tanpa meninggalkan yang sudah ada yang dirasa baik,” ungkapnya dengan gembira.
Pemilihan ketua OSIS secara langsung ini sangat baik sebagai ajang siswa-siswa untuk ikut andil dalam pembelajaran berdemokrasi. “Biarpun banyak yang suara rusak, paling tidak kegiatan ini dapat memberikan pelajaran kepada para siswa dalam hal berdemokrasi,” ungkap salah seorang guru yang tidak bersedia disebut namanya. “Ketua OSIS yang baru sudah ada, era baru semoga juga ada dalam tubuh organisasi ini, dan semoga ada sesuatu yang baru untuk kedepannya,” imbuhnya.


Jumat, 12 Oktober 2012

Persami yang Menguras Tenaga

Selasa, 11 September 2012 – Ambalan Sudirman-Kartini SMA Islam Sudirman Ambarawa selama dua hari mengadakan Persami. Persami yang dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan diikuti oleh siswa-siswi kelas X beralangsung dengan lancar.
Satu Minggu yang lalu kegiatan persami telah dilakukan. Terdapat beberapa kenangan yang cukup menarik untuk diingat oleh peserta Persami untuk kisah klasik untuk masa depan.
Kegiatan Persami tahun ini yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 September bertepatan dengan Hari Olah Raga Nasional (Haornas). Pagi hari sebelum Persami siswa-siswi sudah berolahraga yaitu senam dan jalan santai, maka dari itu Persami tahun ini benar-benar membutuhkan kondisi fisik yang fit.
Dra. Nurul Inayati selaku pembina upacara membuka kegitan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) berpesan kepada sekitar 215 peserta persami kelas X agar selalu memiliki jiwa kepramukaan yang bersemangat dan rela berkorban. Selain itu beliau juga berpesan agar peserta pramuka kelak benar-benar menjadi orang yang berguna seperti filosofi lambang pramuka yaitu tunas kelapa. Setiap bagian dari pohon kelapa memiliki manfaat yang sangat beragam.
Kegiatan baris-berbaris yang identik dengan kegiatan pramuka dilaksanakan setelah upacara pembukaan. Di sela-sela mengawasi kegiatan pramuka, Arifin, salah satu bantara mengatakan bahwa baris-berbaris dimaksudkan agar timbul sikap disiplin dalam diri peserta Persami. “Melalui kegiatan baris-berbaris adik-adik dikondisikan agar selalu disiplin dan lebih dapat menjaga kerapian,” ungkapnya. Memang perlu diakui bahwa semangat kedisiplinan atau kerapian dalam berseragam semakin lama semakin luntur, maka dari itu melalui kegiatan positif ini siswa dikondisikan agar sadar masalah kedisiplinan dan kerapian.
Pentas Seni yang Hambar
Api unggun yang direncanakan mulai pukul 09.00 WIB ternyata tertunda selama setengah jam karena persiapan teknis yang sedikit terganggu. Biarpun demikian pelaksanaan api unggun yang dipimpin oleh Dra. Nurul Inayati berjalan cukup lancar. Dalam amanatnya beliau mengajak agar seorang pramuka hendaknya memiliki semangat yang membara seperti api. “Seorang Pramuka hendaknya kita mencontoh api unggun ini. Bukan berarti kita menyembah api, tetapi kita mencontoh api bergejolak dalam hal semangat kita,” ungkapnya.
Pentas seni yang dilaksanakan saat api unggun kurang begitu menarik karena seluruh kelas hanya bernyanyi. Tidak ditemukan pentas seni seperti tahun lalu misalnya pembacaan puisi atau drama. Biarpun demikian seluruh peserta Persami mengapresiasi dengan baik. Setelah kegiatan api unggun adalah renungan malam yang dipimpin oleh Sutimin yang merupakan alumni tahun lalu. Saat renungan kejadian yang tak diharapkan terjadi, yaitu banyak peserta Persami yang pingsan. Ada lebih dari lima belas orang dan tiga di antaranya terpaksa dilarikan ke RSUD Ambarawa. Kejadian itu sempat membuat panik tim PMR yang bertugas dan bantara. Dengan sigap akhirnya semua siswa yang pingsan dapat sembuh dengan cepat dan tiga orang yang di bawa ke RSUD Ambarawa juga sembuh dan dibawa kembali ke sekolah.
Wide Game
Kegiatan wide game dimulai lebih awal yaitu sekitar pukul 06.00, hal ini dilakukan agar pelaksanaan Persami dapat lebih cepat dan para siswa mempunyai waktu istirahat yang lebih banyak sehigga harapannya para siswa khususnya kelas X hari Senin dapat masuk seperti biasa. Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini rute wide game ke arah Kupang Dukuh melewati SPS naik. Dengan coretan tepung basah cukup membuat lucu wajah para persami. Satu persatu kelompok berangkat dengan disertai yel-yel kelompok untuk lebih memeriahkan wide game.
Setelah kegiatan ini dan makan pagi, upacara penutupan dilaksanakan, pukul 10.00 WIB acara persami berakhir. Kegiatan yang sangat melelahkan satu persatu dilalui dengan cukup sukses. Semoga kesuksesan selalu ada di Dewan Ambalan Sudirman-Kartini SMA Islam Sudirman Ambarawa, amin.

Jumat, 25 Mei 2012

Senyum dan Tangis Kemah Akhirussanah 2012 di Prambanan

Kemah Akhirussanah SMA Islam Sudirman Ambarawa tahun 2012 pada tanggal 17 – 19 Mei dilaksanakan di Kawasan Taman Candi Prambanan Sleman Yogyakarta. Kemah dirasakan sangat mengesankan bagi peserta.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu diadakan di kawasan pegunungan dengan udara yang sejuk bahkan dingin, tahun ini kemah akhirussanah dilaksanakan di kawasan wisata taman candi prambanan yang notabenya sangat panas. Hal itu disebabkan karena lokasinya yang berada di daerah perkotaan. Biarpun demikian seluruh peserta kemah sangat menikmati keindahan lokasi perkemahan dengan background candi prambanan.

Kemah yang dibuka oleh kepala sekolah SMA Sudirman, Riyanto ini merupakan kemah yang telah dinanti-nanti oleh peserta kemah kelas X. Dalam acara pembukaan Riyanto berpesan kepada peserta kemah agar senantiasa menjaga nama baik almamater sekolah karena akan berada jauh dari sekolah. Beliau juga berpesan agar menjaga kesehatan dengan baik agar tidak sakit. Selain itu beliau juga berpesan agar peserta kemah tetap menjalankan kewajiban sebagai umat muslim, yaitu salat lima waktu. “Anak-anakku, Bapak berpesan tolong jaga nama baik almamater kalian ini dengan sebaik-baiknya. Selain itu kalian harus bisa menjaga diri dan jangan sekali-kali meninggalkan salat biarpun kalian dalam kondisi yang sangat tidak menyenangkan,” pesan Riyanto.

Panitia mengangkut rombongan kemah dengan menggunakan empat armada truk dari TNI Kavaleri Turonggo dan tiga tambahan truk dari luar. Tujuh truk yang disiapkan oleh panitia ternyata masih kurang sehingga dengan terpaksa peserta kemah berdesak-desakan di atas truk. Biarpun berdesak-desakan, rombongan kemah yang melewati jalur Salatiga – Boyolali – Klaten – Sleman ini merasakan kesenangan tersendiri. “Biarpun panas kami tetap happy, Pak,” ungkap salah satu peserta kemah laki-laki yang ada di atas truk terbuka

Hari Pertama
Setiba di bumi perkemahan kawasan taman candi prambanan peserta kemah langsung dengan sigap mendirikan tenda. Sangat disayangkan ada beberapa sangga yang tidak membawa tenda regu karena adanya salah komunikasi dengan TNI Kavaleri. Akhirnya atas inisiatif panitia mereka menempati tenda pleton yang besar bersama kakak-kakak bantara.

Setelah persiapan perkemahan sudah selesai, lomba baris berbaris dan memasak nasi goreng diadakan. Dalam lomba memasak nasi goreng yang penilaiannya dipimpin oleh M.Khanifuddin menilai masakan cukup enak. “Nasi gorengnya ada yang rasanya hambar, ada juga yang bener-bener sangat enak,” ungkap Khanifuddin.

Malam hari pertama ini peserta kemah menyaksikan sendratari Ramayana (Ramayana Ballet) dengan lakon Hanoman Obong. Menceritakan Sinta yang diculik oleh Rahwana yang kemudian Hanoman diperintahkan oleh Rama untuk menyelamatkan Sinta, pergi ke negeri Alengka tempat tinggal Rahwana.

Sebagian besar siswa yang menyaksikan terlihat sangat antusias menyaksikannya. Salah salah satunya Lia Andriani kelas X6. “Biarpun mata sudah agak ngantuk, melihat Sendratari Ramayana ini adalah pengalaman pertama yang cukup menarik. Penarinya perfect tetapi menurut saya ekspresinya kurang total,” ungkap Lia. Karena tokoh-tokoh dalam sendratari ini tidak mengucapkan dialog, penonton yang belum mengetahui alur ceritanya akhirnya sedikit tidak paham.

Hari Kedua
Dengan memakai seragam olah raga yang dipimpin oleh Sutimin, peserta kemah memulai aktivitas hari kedua dengan senam pagi. Setelah itu peserta kemah diajak susur rimba dengan rute yang cukup menantang adalah menyeberangi Kali Opak, salah satu kali yang hulunya adalah Gunung Merapi. Semua peserta susur rimba berbasah-basahan menyeberangi Kali Opak karena kedalamannya di atas lutut orang dewasa.

Setelah salat Jumat, peserta kemah diarahkan oleh kakak-kakak bantara untuk mengikuti kegiatan berikutnya yaitu out bond. Dalam kegiatan ini jelas semua terlihat bersemangat walaupun fisik sudah terkuras lelah. Semua peserta out bong terlihat tersenyum melewati berbagai rintangan yang menghadang. Biarpun peserta mendapat hukuman saat gagal menyelesaikan tantangan, itu malah membuat mereka semakin bersemangat karena mendapatkan guyuran air dari kakak-kakak bantara. Out bond yang dilakukan diantaranya balap lari berkelompok, menirukan kalimat dengan cepat, mengisi air di paralon besar yang dilubangi, dll.

Dengan sisa kekuatan yang masih ada, peserta kemah diajak keliling kawasan taman wisata Candi Parambanan untuk melakukan jelajah budaya yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok perjalanan ke Candi Prambanan, Candi Sewu, dan museum Candi Prambanan. Tidak hanya jejalah tanpa ada tugas, tetapi peserta kemah diharuskan membuat laporan tertulis hasil dari jelajah budaya yang dilakukan.

Tragedi Hujan Deras
Tak disangka dan tak dikira kondisi yang tak diharapkan ada malah ada, hujan deras. Tidak ada persiapan untuk membawa jas hujan atau terpal untuk melindungi tenda. Hujan saat salat maghrib berjamaah di lapangan membuat beberapa tenda rubuh. “Saya kagum dengan anak-anak, walaupun hujan sangat deras mereka tetap menyelesaikan salat maghribnya,” ungkap pembina pramuka, Dra. Nurul Inayati. “Ternyata pesan Pak Riyanto mereka jalankan dengan baik,” tambahnya.

Hujan yang mengguyur selama satu jam ini cukup membuat kegitan-kegiatan malam kedua dibatalkan. Praktis rencana awal yang sudah disipkan oleh kakak-kakak bantara dengan matang untuk malam hari kedua semuanya gagal dilaksanakan kecuali api unggun yang hanya dinyalakan oleh beberapa orang bantara.

Sementara itu, karena kondisi tenda tidak memungkinkan untuk ditempati, maka penanggung jawab taman wisata Candi Prambanan mengungsikan peserta kemah ke pendopo museum. Hujan yang deras ini membuat beberapa peserta kemah sakit dan jatuh pingsan. Lebih dari lima orang yang sakit saat hujan deras ini padahal hari sebelumnya tak ada satupun yang sakit. Tiga diantaranya terpaksa dibawa mobil ambulan ke balai pengobatan Panti Rini untuk mendapatkan perawatan lebih baik.

Hari Ketiga
Setelah istirahat semalam, setelah salat subuh peserta kemah kembali lagi ke tempat perkemahan untuk mengemasi barang-barang yang berantakan karena kehujanan malam harinya. Tak pelak banyak barang bawaan peserta yang hilang karena tercampur dengan peserta kemah yang lain. Setelah barang-barang selesai dikemasi, upacara penutupan dimulai. Dalam hal ini ketua panitia kemah akhirussanah sma islam sudirman ambarawa tahun 2012, Soekamto memberikan amanat yang sangat berharga. “Semua yang kalian alami selama tiga hari ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Kalian telah mampu mengatasi tantangan alam yang cukup berat ini. Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengatasi ujian yang lebih berat,” jelas Soekamto.

Diakhiri dengan jabatan peserta kemah kepada kakak bantara dan panitia kemah, berakhirlah kemah akhirussanah SMA Islam Sudirman Ambarawa tahun 2012 di kawasan taman wisata Candi Prambanan.

Rabu, 08 Februari 2012

Lomba Kaligrafi dan Khitobah Berbahasa Inggris

Ambarawa - Senin, 6 Februari 2012 bertempat di SMA Islam Sudirman Ambarawa Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama (MGMP PA) RSMABI Korwil Semarang menyelenggarakan lomba Khitobah berbahasa Inggris dan pembuatan kaligrafi.
Kegiatan ini digunakan sebagai wahana silaturrahmi antarsiswa dan ajang penyaluran bakat siswa di bidang seni kaligrafi dan kemampuan berpidato dengan menggunakan bahasa inggris. “Lomba ini diselenggarakan untuk memupuk rasa ukhuwah Islamiyah dan ajang menyalurkan bakat siswa dalam bidang seni,” ungkap Mahfud MPd.I selaku ketua MGMP PA RSMABI Korwil Semarang.
Kegiatan ini diikuti dua belas SMARSBI se-Korwil Semarang yaitu: SMA N 1 Semarang, SMA N 2 Semarang, SMA N 4 Semarang, SMA N 1 Purwodadi, SMA N 1 Demak, SMA N 1 Kendal, SMA N 1 Boja, SMA N 1 Ungaran, SMA Islam Sudirman Ambarawa, SMA N 1 Salatiga, SMA Pondok Modern Selamat Kendal, dan SMA Kesatrian 1 Semarang.
Dalam perlombaan ini panitia menghadirkan dewan juri dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga yang bertujuan agar tidak terjadi keberpihakan. “Kami mengambil juri yang berasal dari STAIN Salatiga dan keseluruhannya adalah dosen, hal ini tentu saja agar penilaian dapat lebih netral,” ungkap Edy Mahmud, S.Ag. selaku sekretaris MGMP.
Lomba yang diselenggarakan mulai pukul 09.00 WIB dan selesai pukul 14.30 WIB ini mendapatkan juara 1 Lomba khitobah berbahasa Inggris yaitu Anisa Dyah Pertiwi dari SMA N 2 Semarang. Adapun juara 2 diperoleh Sefin Anggi Riyantika dari SMA N 1 Purwodadi dab Juara 3 adalah Ummun Nisa’ S. dari SMA N 1 Boja.
Sementara itu, hasil Lomba Kaligrafi sebagai juara 1 yaitu Destilla Adi Rosyada dari SMA N 1 Purwodadi, Juara 2 LIntang Yasindi Putri dari SMA N 1 Ungaran, dan Juara 3 Siti Rohmawati dari SMA Islam Sudirman Ambarawa.

Persami, Semangat Pantang Menyerah

Senin, 16 Januari 2012 – Perkemahan Sabtu dan Minggu (Persami) 14 dan 15 Januari 2012 oleh Ambalan Sudirman-Kartini 15 Januari 2012 diikuti oleh siwa-siswi SMA Islam Sudirman Ambarawa kelas X berlangsung meriah.
Meskipun sore itu daerah Ambarawa dan sekitarnya diguyur hujan tetapi kegiatan Persami tetap dilaksanakan dengan baik. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan pada pukul 14.00 WIB oleh pembina upacara yaitu Dra. Nurul Inayati. Nurul Inayati berpesan kepada peserta kegiatan agar selalu bersemangat dan pantang menyerah seperti teladan ambalan, yaitu Jendral Sudirman. Selain beliau berpesan agar peserta kegiatan menjaga nama baik sekolah ketika berada di luar lingkungan sekolah. “Pramuka Sudirman-Kartini harus tetap bersemangat dan pantang menyerah seperti yang diperlihatkan oleh Panglima Besar Jendral Sudirman,” katanya.
Malamnya lebih kurang pukul 21.00 WIB kegiatan yang dinantikan oleh peserta kegiatan yaitu api unggun dimulai. Dalam acara itu masing-masing sangga (kelompok pramuka) menampilkan kreativitasnya. Masing-masing sangga dituntut dapat memunculkan kreativitas terbaiknya dan mentalnya. Tetapi karena kurangnya persiapan akhirnya seluruh sangga hanya mampu menyumbangkan lagu. Tidak ada yang menampilkan drama, misalnya. Hal ini semua karena kurangnya persiapan oleh peserta Persami.
Alumni SMA Issuda yang dulunya ikut sebagai bantara juga datang untuk membantu dan memeriahkan kegiatan Persami ini. Ahmad Firmansyah atau yang akrab dipanggil Memo misalnya, datang jauh-jauh dari Semarang hanya untuk membatu kegitan ini. “Saya datang dari Semarang, untuk ikut membatu Persami ini,” tandasnya. Dengan gaya yang agak lebay Memo pun ikut mengisi Pensi api unggun dengan ikut bernyanyi dan bergoyang.
Setelah api padam, tepat pukul 24.00 WIB dengan didampingi M.Khanifudin, S.H.I., Dra. Nurul Inayati, dan Sutimin, acara renungan berlangsung dengan sangat khusuk. Kegiatan renungan ini dimaksudkan agar peserta persami dapat mengintrospeksi diri atas segala kesalahan-kesalahannya sehingga untuk kedepan akan dapat lebih baik.
Wide Game
Ahad pagi setelah senam pagi peserta Persami melanjutkan kegiatan yang sangat seru. Peserta mengikuti kegiatan wide game di daerah Tambakboyo dan sekitanya. Aneka hiasan tubuh dengan coretan lipstik di wajah dan rumput-rumputan yang dirangkai menjadi mahkota atau selempang dikenakan. Yang tak kalah seru peserta diperintahkan untuk baris berbaris di tenah becek. Peserta juga melewati trowongan aliran irigasi yang cukup deras dan dilanjutkan berenang di area sawah yang berlumpur. Tak sedikit peserta yang berkeluh kesah, tetapi bantara selalu memberikan agar menyelesaikan semua tantangan yang telah dipersiapkan.
Tidak hanya dilumpur itu, peserta kegiatan juga harus merayap di pinggir sawah yang sangat becek sehingga baju kotor yang telah sempat dibersihkan dengan air di aliran irigasi kembali kotor. Setelah itu peserta kegiatan kembali lagi ke sekolah melewati daerah Kupang Kidul, Ambarawa.
Sesampainya di sekolah tak ada baju bersih yang dikenakan oleh peserta karena seluruh peserta kegiatan berkotor-kotor di sawah. Menurut Candra Handoko, S.Pd., salah satu wali kelas X menuturkan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. “Saya rasa siswa yang tidak ikut kegiatan ini telah mengalami kerugian yang cukup besar dalam hal pengalaman, karena melalui ini siswa memeroleh pengalaman yang berharga yang tentunya dapat diceritakan kepada adik-adik kelasnya kelak. Pengalaman adalah guru yang terbaik,” tuturnya ketika ditemui di sela-sela kegitan Persami.
Hingga akhirnya setelah peserta Persami mandi dan membersihkan diri, pukul 14.00 WIB upacara penutupan dilakukan dan selaku pembina upacaranya adalah Dra. Nurul Inayati. Beliau berpesan agar pengalaman yang telah diperoleh dijadikan sebagai pelajaran yang berharga. Pesan yang sangat penting adalah, “Hari Senin semua harus berangkat sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar!” pesannya.
Kegiatan Pramuka semacam ini tentunya sejalan dengan program pemerintah yang menyisipkan nilai-nilai karakter bangsa salam setiap kegiatan pembelajaran. Nilai kedisiplinan dan nasionalisme kental sekali dalam kegiatan Pramuka. Siswa dibiasakan disiplin dalam segala hal sehingga kedisiplinan ini akan terus melekat pada diri peserta kegiatan persami ini. Semangat nasionalisme dan cinta tanah air akan senantiasa tumbuh dan berkembang dari kegiatan semacam ini.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Issuda Berkreasi dan Mengaji

Ahad, 21 Agustus 2011. Osis SMA Islam Sudirman Ambarawa mengadakan serangkaian kegiatan untuk merayakan HUT RI yang Ke-66 dengan berbagai lomba. Lomba ini juga dimaksudkan sebagai penutup dari serangkaian kegiatan pembelajaran di bulan Ramadhan. Lomba yang dipertandingkan adalah kebersihan kelas yang meliputi 7 K, membuat seni kriya kaligrafi dengan bahan baku kayu, membuat puisi islami, live music, dan fashion show.
Antusias para siswa cukup tinggi, terbukti lomba di hari pertama setiap kelas mengirimkan dua orang pembuat kaligrafi dan penulis puisi. Keterampilan siswa dalam membuat seni kaligrafi kriya masih kurang baik, hal ini disebabkan oleh tak adanya persiapan yang matang dari setiap peserta. Lomba ini pun baru sekali diadakan di Issuda. Lomba seni kaligrafi kriya yang mulai pukul 08.30-11.15 ini dilaksanakan di lapangan parkir bawah. Adapun di waktu yang bersamaan, lomba menulis puisi Islami dilaksanakan di ruang multimedia.
Hari Sabtu sebelum lomba dilaksanakan para siswa mendengarkan pengajian Nuzulul Quran dengan pembicara .... Antusias siswa yang berbeda tampak ketika hari kedua pelaksanaan lomba. Siswa tidak siap untuk menampilkan kreativitasnya dalam acara live music. Ada beberapa kelas yang memainkan band dan karaoke. Akan tetapi penampilan yang direncanakan oleh salah seorang siswa dengan akan memainkan reog dicancel. Drs. Shobari memberikan penjelasan bahwa siswa boleh bermain musik sampai maghrib, asalkan tidak memainkan reog. Hal itu tentu saja membuat kecewa dari siswa yang ingin tampil tersebut. Kondisi demikian tidaklah terjadi apabila siswa yang bersangkutan mengonfirmasikan terlebih dahulu kepada penanggung jawab acara. Bisa dikatakan acara live music yang diselenggarakan pada hariSabtu kemarin tidak sukses. Alat musik lengkap yang disewa tidak dapat dimaksimalkan dengan baik.
Di hari yang sama, pukul 17.00 sekolah mengadakan buka bersama dan pembagian zakat kepada masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar yang mendapatkan undangan sebanyak 150 menyempatkan mengikuti acara tersebut. Acara buka bersama walaupun masih terdapat kekurangan, tetapi dapat dikatakan berjalan dengan sukses.

Selasa, 26 Juli 2011

Merintis Kembali Marcing

Rabu, 27 Juli 2011-SMA Islam Sudirman Ambarawa mulai menghidupkan kembali kegiatan marcing yang dulu pernah menjadi ikon kebesaran SMA ini pada tahun 2004. Di bawah asuhan Bapak Marimin mulai Selasa, 26 Juli memulai latihan perdananya. Latihan yang diikuti 27 siswa siswi kelas X dan XI dilaksanakan mulai pukul 15.30-17.00 difokuskan pada pelatihan dasar untuk mengiringi upacara bendera. Di antara ke-27 peserta latihan masih ada dua peserta yang belum mendapatkan alat untuk latihan karena belum ada. Gunarta, salah satu pembina marcing akan mengusahakan alat pada letihan hari ini.
Pada kegiatan latihan kemarin, peserta latihan sudah mendapatkan dua macam pukulan untuk mengiringi sikap siap dan penghormatan kepada pembina upacara. Latihan kemarin sudah menujukkan hasil yang positif karena telah sudah terlihat kompak.
Semangat yang ditunjukkan peserta latihan sangat tinggi. Hal itu ditunjukkan dalam diri peserta yang tidak kenal lelah walaupun latihan selama satu setengah jam. Sebagian dari peserta latihan dulu sudah pernah ikut marcing sehingga latihan yang dimulai kemarin sudah terlihat cukup bagus dan padu. Dengan semangat dan bekal yang dimiliki peserta latihan tentu saja cukup memudahkan pelatih dalam mengarahkan.
Di akhir latihan, Gunarta memberikan motivasi kepada peserta latihan agar tetap konsisten untuk berlatih dan mempunyai keyakinan bahwa pasti akan bisa. Latihan yang akan dilakukan hari ini dimulainya lebih awal, yaitu pukul 14.00 agar dapat selesai lebih awal.

Rabu, 20 Juli 2011

IM TAHUN 2011

Organisasi IM(Ikhwanul Muslimin) SMA Islam Sudirman Ambarawa pada ajaran baru ini akan mengalami reorganisasi baru. Melalui itu, kami selaku pengurus lama berharap kegiatan IM dapat exis dan bisa berjalan selamanya mengibarkan bendera Islam di lingkungan SMA Islam Sudirman Ambarawa dan sekitarnya.
Teman' Q smua yang mau ikut mengamalkan ilmunya mari bergabung bersama kami dalam organisasi IM ini.
Untuk tahun ini kami merencanakan akan mengadakan kegiatan IM tidak hanya mengaji saja tetapi kami akan mengadakan berbagai kegiatan di luar.
  1. training 
  2. mabid
  3. seminar 
  4. jelajah alam dan 
  5. masih banyak lagi kegiatan yg lain.
Mari kita majukan IM dan menjadi suri tauladan bagi saudara'' kita yang lainnya,
IM untuk tahun ini berusaha menjadi organisasi yang dapat di contoh organisasi yang lainnya.
         " MARI KITA BERGABUNG MEMBANGUN JIWA INI DENGAN NAPAS- NAPAS ISLAM!"


Kang Timin

Selasa, 19 Juli 2011

Semakin Banyak Semakin Padat

Itulah sebuah pandangan yang sejak seminggu yang lalu selalu ditemukan di masjid SMA Islam Sudirman Ambarawa. Jamaah dzuhur selalu memadati masjid yang dirasakan semakin sempit sehingga tak lagi mampu menampung jumlah jamaahnya. Berbeda dengan tahun pelajaran yang sebelum-sebelumnya, masjid dipadati dengan jamaah dzuhur adalah hal yang langka.
"Tahun kemarin masjid tidak pernah dipadati dengan jamaah dzuhur. Paling isinya kelas sepuluh dan sebelas saja," begitulah pernyataan yang dikemukakan oleh salah seorang guru di SMA Issuda. Dijelaskan lebih lanjut olehnya, hal ini disebabkan kesadaran siswa kelas sepuluh untuk berjamaah dzuhur sangat tinggi. Walaupun demikian, masih banyak juga siswa-siswi yang berkeliaran ketika salat dzuhur, terutama yang wanita. Hal ini disebabkan oleh yang dipaksa dan selalu disuruh adalah yang laki-laki saja.
Kondisi yang padat yang demikian apabila bisa dipertahankan tentunya akan menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi guru-guru di SMA Issuda untuk menampung jamaah yang terus banyak ini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes