Aku tak berharap suatu hari nanti ketika aku membaca tulisan ini lagi aku akan tersenyum dan mengatakan betapa bodohnya diriku saat itu. Jikalau aku demikian, berarti aku telah berubah. Aku tidak menginginkan perubahan itu karena aku telah berada dalam zona nyaman spiritualitasku. Aku ingin seperti ini, bisa membaur secara elastis tanpa ada sekat yang membuat kuterpisah dengan bagian yang lain. Seperti unsur minoritas yang selalu mencari dasar untuk melangkah sehingga selalu mengalami gesekan dengan unsur mayoritas yang berkembang di masyarakat di daerahku, mungkin juga di daerah-daerah yang lain. Kedua unsur ini menganggap diri mereka paling benar, tetapi memang diyakini unsur minoritas ini yang seolah merusak tatanan yang telah mapan dalam unsur moayoritas hingga akhirnya membingungkan...